Aku Menangis Tuk Bangsaku, Indonesia!


Sang waktu terus berjalan, tanpa menoleh ke belakang…
Tak terasa sudah 63 tahun bangsaku merdeka…
Kemerdekaan yang tak ternilai harganya…
dibandingkan dengan apapun di bumi ini…

Terima kasih ku tuk para pahlawan bangsa…
yang telah mengorbankan segalanya demi negeri ini…

Walaupun ku hanya tau engkau dari buku – buku sejarah…
dari film – film dokumenter…
dari cerita kakek, nenek, orang tua ku…

Jiwa dan kebesaranmu…
ada di relung hatiku yang paling dalam…

Ku bangga akan kegigihan mu…
Ku salut akan kepintaran dan kecerdasanmu…
Ku merinding melihat semangatmu yang berkobar…
Ku pedih melihat penderitaanmu…
Ku menangis melihat pengorbanan jiwa ragamu…
Dan ku… gak tau mau bicara apa lagi…

Cita – citamu yang sungguh mulia…
Mengharapkan kemerdekaan tuk bangsa ini…
Tuk kehidupan di masa mendatang…
yang lebih baik…
Tanpa kungkungan tirani penjajah…

Sekarang bangsa ini sudah merdeka…
Gak ada lagi penjajahan…

Sudah saat nya lah ku ini…
sebagai generasi penerusmu…
wahai pahlawan kemerdekaan…

Ku harus berjuang…
membangun bangsa ini…
Mengisi bangsa ini dengan segala sesuatu…
yang bermanfaat dengan bangsa ini…

Tapi…
Ku tak sehebat engkau…
Ku tak setangguh engkau…
Ku tak setabah engkau…
wahai para pahwlawan bangsa…

Apa dayaku…
Ku hanya sesosok kecil di bangsa ini…
Sumbangsih ku tidaklah sebesar engkau…
Ku hanya bisa berjuang tuk kelompok kecil saja…

Ku hanya bisa menitipkan kepentingan negara ini…
kepada para pemimpin – pemimpin bangsa…
Di pundakmulah roda pembangunan ini berputar…

Terima kasihku tuk para pemimpin bangsa…
yang memiliki kekuatan…
menjalankan roda pembangunan…

Ku hanya bisa berdoa…
Ku hanya bisa melakukan apa yang aku bisa…
yang tidaklah besar sumbangsihku tuk bangsa ini…

Tapi…
Sudahkah bangsa ini merasakan arti kemerdekaan…
Kesejahteraan tuk seluruh rakyat…
Keadilan tuk seluruh rakyat…
Kemudahan tuk seluruh rakyat…
Dan segalanya tuk seluruh rakyat…

Tidak…

Walaupun ku hanya sesosok mahluk kecil…
Ku tak bodoh…
Ku bisa melihat…
Ku bisa mendengar…
Ku bisa merasakan…

Kemerdekaan belum bisa dirasakan seluruh rakyat…

Dimana engkau para pemimpin bangsa…
Dimana PANCASILA…
Dimana UUD…
Bangunlah…Muncullah…Lihatlah…Dengarlah…
Angkatlah martabat bangsa ini…

Ku menangis melihat nasib bangsa ini…
Pangeran Diponegoro…
Cut Nyak Dien…
dan yang lainnya…
Pasti menangis juga…
melihat nasib bangsa ini…
Mau dibawa kemana bangsa ini…

Ku bukanlah seorang yang nasionalis…
Ku hanya lahir di negeri ini…
Ku hanya besar di negeri ini…
Ku hanya berpijak di negeri ini…
Ku hanya akan musnah di negeri ini…

Ku hanya bisa menangis setahun sekali…
tuk bangsa ini…
di hari yang sama kemerdekaan dicetuskan…

Andaikan…
Ku punya kekuatan…
tuk merubah keadaan bangsa ini…
Pasti kan kulakuan…

Ku bukanlah seorang pujangga…
Ku hanya bisa menulis isi hatiku…
Ku hanya bisa berceloteh…
Dan ku hanya bisa menerima…

Sejelek – jeleknya negeri ini…
Seburuk – buruknya negeri ini…
Sehancur – hancurnya negeri ini…

Ku tetap cinta INDONESIA…
Bangsaku…Negeriku…Tanah Airku

Sumber : yanzmaul

About LSMAP

LSMAP adalah sebuah lembaga independen yang bergerak dalam bidang Traning melalui seminar, Workshop, Diklat, Bimbingan Teknis dan In house Training bagi Instansi Pemerintah, BUMN/BUMD dan Swasta. LSMAP dapat dihubungi di : Telp. / Fax : 021.43900472 Email / Facebook : lsmap.jkt@gmail.com Twitter : @LSMAP

Posted on 16/08/2010, in Sekedar Kata and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: